Minggu, 18 September 2011

NAPAK TILAS ADI PATI PANJER KEDIRI

Melihat atau menyimak dari cerita masarakat setempat kalau adi panjer banyak menyimpan cerita dan keanehan
lokasi yang tak jauh dari perkampungan  dan tempat yang hanya di bangun dengan bangunan yang tak berukuran besar menjagi tempat persingahan sebuah arca Adipati panjer sesuai dengan namanya Adi pati panjer berada di Desa panjer .kec.plosoklaten  kab .kediri. Dulu dalam pertarungan Adi patipanjer mengalami  kekalahan dalam kondisi perang perut adi panjer telah robek dan usus terkulai keluar  walaupun perut robek dia masih bisa melarikan diri  dari lawanya dan dalam pelarianya dia sampai di desa panjer dan di sana dia menghilang beberapa tahun berganti tahun ada penemuan patung dengan kondisi  perut robek seperti legenda Adi pati  jadi masarakat mengangapnya itu adalah jasat dari pada Adi pati panjer yang hilang dengan  demikian  masarakat di sana hanya bisa meng uri uri sejarah dari pada Adi pati penjer di sana juga di jadikan tempat untuk  medi tasi bagi orang orang yang mendalamami ilmu - ilmu goib dan mencoba  berkomunikasi  dengam goib yang berada dalam lokasi mungkin dengan melihat langsung  anda bisa mengambil kesimpulan
bawa dengan arca yang berukuran tidak seberapa besar yang berukura seperti manusia.

dan kondisi yang yang berbeda dari Arca 2 lainya  mungkin untuk menuju sana anda harus berjalan kaki dari perkampungan itu sebab lokasinya ada di tenggah persawahan  

KEANEHAN ARCA TOTOK KEROT

 ARCA TOTOK KEROT
Arca Totok Kerot ini terletak di Desa Bulupasar Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, dengan jarak lebih kurang 7 Km dari kota. Pengelolahnya adalah Swaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala.
Sebelumnya 
Arca Totok kerot merupakan arca dwarapala setinggi tiga meter yang terbuat dari batu andesit. Keadaan Arca Totok Kerot sangat mengenaskan, tangan kirinya sudah menghilang dan ada retakan besar pada bahu kanannya. Arca Totok Kerot memakai kalung dan anting – anting bermotif tengkorak. Ada hiasan di dadanya, serta memakai aksesori di tangan, kaki, serta perutnya. Kemungkinan besar, Arca Totok Kerot merupakan pintu gerbang sebelah barat istana kerajaan atau juga merupakan pintu masuk ke sebuah candi. Entahlah, tak ada yang tahu karena tidak pernah dilakukannya penggalian disekitar arca.apa mungkin anda mau mencoba mengali 
Perkiraan  tahun 1981, penduduk sekitar melaporkan ada benda besar dalam sebuah gundukan di tengah sawah dan berada di bawah pohon besar. Pada tahun itu pulalah gundukan tersebut dibongkar hingga memperlihatkan sosok Arca Totok Kerot. Namun, penggalian hanya menampakkan setengah badan bagian atas dari arca.
Dari Situlah ada yang legenda  mulai di tulis 
Arca Totok Kerot merupakan penjelmaan dari Putri dari daerah Lodoyo, Blitar. Tersebutlah pada zaman dahulu sang putri ingin melamar Raja Joyoboyo dari Kerajaan Kediri. Raja Joyoboyo menolak lamaran tersebut hingga pecahlah perang antara kedua belah pihak. Kemenanganpun diraih oleh Kerajaan Kediri dan Raja Joyoboyo mengutuk sang putri menjadi batu berwujud raksasa. 
Masyarakat Kediri juga memiliki legenda tersendiri tentang Arca Totok Kerot. 
Totok Kerot terbenam separuh badan karena arca tersebut sangat berat, hingga tanah dibawah arca tidak kuat menopang berat arca. Kenyataannya,  Totok Kerot bukan tenggelam karena kelebihan berat badan dan kurang diet, melainkan penggalian yang tidak dilanjutkan.Disebutkan bahwa Arca Totok Kerot pernah dipindah dari tempat asalnya dan diletakkan di Alun – Alun Kota Kediri. Hanya dalam waktu semalam, Arca Totok Kerot tidak betah akan tempat barunya. Arca Totok Kerot mulai menyusun rencana melarikan diri.   Pada tengah malam, tiba 2 saja terkumpulah 7 ekor sapi dan 2 ekor gajah di alun 2 Kesembilan hewan tersebut lalu menarik Totok Kerot menuju Dusun Bulupasar, tempat asal Totok -kerot. Karena  Totok Kerot  sangat berat . hanya beberapa meter saja, kesembilan hewan tersebut tidak kuat menarik Totok -kerot dan meninggal karena kecapaian.
Paginya, melihat  Totok Kerot telah berpindah tempat dan adanya hewan 2 tak bernyawa disekitarnya, akhirnya pemerintah memutuskan untuk mengembalikan lagi ke tempat asalnya. Legenda ini dipercaya terjadi sekitar tahun 80’an, berselang beberapa tahun semenjak  Totok Kerot diketemukan.dan jika anda berkunjung disana  Nantinya mungkin berpendapat berbeda beda  jika melihatnya  sebab wajah dari pada totok kerot berubah -ubah kadang  tersenyum kadang marah   itupun tergantung masing masing yang melihatnya dan satu yang perlu di ingat jangan pernah mengatai jelek di lokasi  jika anda tidak ingin terjadi apa apa....mungkin lebih jelasnya anda bisa datang ke tempatnya 


Hary yuono.
kldrn. plsktn.

Sabtu, 17 September 2011

SEJARAH KOTA KEDIRI

TGL.
25 MARET 804 M HARI JADI KOTA KEDIRI

ImageNama Kediri ada yang berpendapat berasal dari kata "KEDI" yang artinya "MANDUL" atau "Wanita yang tidak berdatang bulan".Menurut kamus Jawa Kuno Wojo Wasito, 'KEDI" berarti Orang Kebiri Bidan atau Dukun. Di dalam lakon Wayang, Sang Arjuno pernah menyamar Guru Tari di Negara Wirata, bernama "KEDI WRAKANTOLO".Bila kita hubungkan dengan nama tokoh Dewi Kilisuci yang bertapa di Gua Selomangleng, "KEDI" berarti Suci atau Wadad. Disamping itu kata Kediri berasal dari kata "DIRI" yang berarti Adeg, Angdhiri, menghadiri atau menjadi Raja (bahasa Jawa Jumenengan). Untuk itu dapat kita baca pada prasasti "WANUA" tahun 830 saka, yang diantaranya berbunyi : " Ing Saka 706 cetra nasa danami sakla pa ka sa wara, angdhiri rake panaraban", artinya : pada tahun saka 706 atau 734 Masehi, bertahta Raja Pake Panaraban.Nama Kediri banyak terdapat pada kesusatraan Kuno yang berbahasa ImageJawa Kuno seperti : Kitab Samaradana, Pararaton, Negara Kertagama dan Kitab Calon Arang.Demikian pula pada beberapa prasasti yang menyebutkan nama Kediri seperti : Prasasti Ceber, berangka tahun 1109 saka yang terletak di Desa Ceker, sekarang Desa Sukoanyar Kecamatan Mojo.Dalam prasasti ini menyebutkan, karena penduduk Ceker berjasa kepada Raja, maka mereka memperoleh hadiah, "Tanah Perdikan".Dalam prasasti itu tertulis "Sri Maharaja Masuk Ri Siminaninaring Bhuwi Kadiri" artinya raja telah kembali kesimanya, atau harapannya di Bhumi Kadiri.Prasasti Kamulan di Desa Kamulan Kabupaten Trenggalek yang berangkat tahun 1116 saka, tepatnya menurut Damais tanggal 31 Agustus 1194.Pada prasasti itu juga menyebutkan nama, Kediri, yang diserang oleh raja dari kerajaan sebelah timur."Aka ni satru wadwa kala sangke purnowo", sehingga raja meninggalkan istananya di Katangkatang ("tatkala nin kentar sangke kadetwan ring katang-katang deni nkir malr yatik kaprabon sri maharaja siniwi ring bhumi kadiri").Menurut bapak MM. Sukarto Kartoatmojo menyebutkan Imagebahwa "hari jadi Kediri" muncul pertama kalinya bersumber dari tiga buah prasasti Harinjing A-B-C, namun pendapat beliau, nama Kadiri yang paling tepat dimuculkan pada ketiga prasasti. Alasannya Prasti Harinjing A tanggal 25 Maret 804 masehi, dinilai usianya lebih tua dari pada kedua prasasti B dan C, yakni tanggal 19 September 921 dan tanggal 7 Juni 1015 Masehi.Dilihat dari ket



iga tanggal tersebut menyebutkan nama Kediri ditetapkan tanggal 25 Maret 804 M. Tatkala Bagawantabhari memperoleh anugerah tanah perdikan dari Raja Rake Layang Dyah Tulodong yang tertulis di ketiga prasasti Harinjing.Nama Kediri semula kecil lalu berkembang menjadi nama Kerajaan Panjalu yang besar dan sejarahnya terkenal hingga sekarang.Selanjutnya ditetapkan surat Keputusan Bupati Kepada Derah Tingkat II Kediri tanggal 22 Januari 1985 nomor 82 tahun 1985 tentang hari jadi Kediri, yang pasal 1 berbunyi " Tanggal 25 Maret 804 Masehi ditetapkan menjadi Hari Jadi Kediri.





 Raden Mas hary yuono......